Apa Itu Application Programming Interface (API)?
Application Programming Interface (API) adalah teknologi yang memungkinkan pertukaran informasi atau data antara dua atau lebih aplikasi perangkat lunak. API berfungsi sebagai antarmuka virtual yang menjembatani dua fungsi perangkat lunak agar dapat saling bekerja sama — contohnya, antara aplikasi word processor dan spreadsheet.
API tersedia dalam berbagai bentuk, mulai dari sistem windowing, sistem file, sistem basis data, hingga sistem jaringan. Bagi programmer, API mendefinisikan bagaimana cara memanfaatkan fitur tertentu dalam sebuah sistem operasi atau aplikasi.
Sejarah dan Perkembangan API
Awalnya, API dikembangkan dari subrutin sederhana yang memberikan kemampuan interoperabilitas dan fleksibilitas untuk pertukaran data antar aplikasi. Subrutin tersebut awalnya hanya menjalankan fungsi-fungsi dasar seperti perhitungan matematis.
Namun, seiring dengan berkembangnya paradigma pemrograman berorientasi objek (OOP), sekumpulan subrutin kemudian dikemas menjadi kelas-kelas dalam pustaka API. Inilah yang menjadi dasar API modern yang kita kenal saat ini.
API dalam Sistem yang Kompleks
Saat perangkat lunak tumbuh menjadi sistem yang lebih kompleks — terdiri dari banyak subsistem — API berperan penting sebagai jembatan antar bagian sistem. API kini tak hanya bertugas menyambungkan antar subrutin, tapi juga menghubungkan antar perangkat lunak berbeda.
Agar dapat berfungsi lintas proses, API harus mampu melakukan komunikasi melalui media seperti:
-
File
-
Socket
-
Layanan IPC (Inter-Process Communication)
API sebagai Middleware
Dalam beberapa kasus, API dikembangkan menjadi middleware, yaitu subsistem terpisah yang menyimpan dan menyediakan fungsionalitas kepada subsistem lain. Akses ke middleware biasanya menggunakan koneksi melalui socket, dan didukung oleh berbagai protokol standar, antara lain:
1. Remote Procedure Call (RPC)
Memungkinkan pemanggilan prosedur dari jarak jauh, baik secara sinkron maupun asinkron.
2. Message Oriented Middleware (MOM)
Menyimpan data/informasi sementara di middleware untuk diproses oleh subsistem lain.
3. Object Request Broker (ORB)
Mendukung pengiriman objek dan permintaan layanan berbasis objek.
4. Structured Query Language (SQL)
Digunakan sebagai bahasa untuk membaca dan menulis data pada middleware basis data.
Karakteristik API yang Baik
API yang baik seharusnya memiliki sifat-sifat berikut:
-
Mudah dipelajari
-
Mudah digunakan, bahkan tanpa dokumentasi
-
Sulit disalahgunakan
-
Berkinerja tinggi
-
Mudah dikembangkan dan diperluas
Langkah-langkah Pengembangan API
1. Menentukan Kebutuhan API
Dimulai dari pembuatan spesifikasi awal yang mencerminkan kebutuhan fungsional API. Spesifikasi ini akan terus dikembangkan hingga mencakup seluruh fungsi yang dibutuhkan.
2. Prinsip-prinsip Umum yang Harus Diperhatikan:
-
Fungsionalitas API mudah dijelaskan secara verbal.
-
Ukuran API sekecil mungkin, namun tetap lengkap.
-
API sudah tersedia sebelum digunakan.
-
Aksesibilitas dibatasi melalui enkapsulasi.
3. Desain API
Proses desain berdasarkan spesifikasi teknis sebelumnya, sering kali melibatkan diagram UML.
Elemen yang perlu didesain meliputi:
-
Kelas
-
Metoda
-
Exception handling
-
Struktur agar mudah refactoring
4. Dokumentasi API
Setiap bagian dari API harus diberi dokumentasi yang jelas, termasuk komentar dalam kode dan diagram UML yang diberi penjelasan.
5. Implementasi API
Langkah terakhir adalah menerapkan desain ke dalam kode nyata, berdasarkan dokumentasi dan spesifikasi yang telah dibuat.
Sumber: Yusaindera.com

No comment